Welcome to My Blog

I don't write because I want to say something I write because i have something to say -F.Scott-

Gunadarma

Gunadarma University

Teknik Komputer dan jariangan

It's offcourse explain about Computer and Networking

background:url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJ8BekCE2cTNLLKiLjRGukvmLt4PLdZoFnIy7huyNJ600khkDtI1gy6oOPouqgXdb7gvG4LLqIFAtvHR0S1sezuUUaCDvlcldxkSesJy7C1EWz5H_M8QkQLQNl8YH3-sAGbHedIoW7qUp3/w986-h104-no/footer.png);padding:20px 0;margin-top:14px;

Selasa, 29 Januari 2013

Novel layar terkembang

Identitas Novel
a)      Judul Novel: Layar Terkembang
b)      Pengarang: St. Takdir Alisjahbana
c)      Penerbit: Balai Pustaka
d)     Tahun terbit: Cetaka pertama-1936 dan Cetakan ketiga puluh sembilan-2009
e)      Tebal buku: 201 halaman

Tema Novel
Pergerakan membangun bangsa dan percintaan

Amanat novel
v  Kita harus bergerak semangat untuk membangun bangsa kita dari keterpurukannya
v  Kita harus semangat hidup
v  Kuta harus mengikhlaskan
v  Tolak ukur bahagia untuk masing-masing orang berbeda-beda. Jadi, kita harus mengikuti kata hati kita untuk mendapat kebahagian tersebut
v  Bahwa tidak dapat dilepaskan dari pengaruh alam. Bahwa alam itu ialah pangkalsegala tenaga, asal segala perasaan dan pikiran yang menyebabkan manusia dapat berbuat segala yang luhur dan besar

Penokohan
No
Nama Tokoh
Pemeranan
Perawatakan Tokoh
1
Maria
Utama
Protagonis
Mudah kagum, mudah memuji dan memuja, mudah tersenyum, ucapannya sesuai dengan perasaanya yang bergelora, sangat girang dan ceria dan pancaran perasaannya tiada terhambat-hambat.
2
Tuti
Utama
Protagonis
Tidak mudah kagum, sangat menjunjung tinggi harga diri, pamdai cakap, jarang memuji, selalu memiliki pertimbangan yang masak, tetap pada pendirian, berjuang untuk  bangsanya dan orang yang teliti.
3
Yusuf
Utama
Protagonis
Sangat mencintai Maria sepenuh hati, Idealis, orang yang penuh cita-cita terhadap bangsa dan tanah air, berpikir kritis, bertanggung jawab dan sopan.
4
Raden Wiraatmaja

Protagonis
Belum bisa mengkaji dan memahami jalan pikiran anak-anaknya terutama Tuiti.
5
Ketuga anak laki-laki di Aquarium

Protagonis
Girang tak pernah diam.
6
Anak yang bernama Suparno saat di Aquarium

Protagonis
Jenaka dan berani.
7
Teman sekolah Maria

Protagonis
Sangat riuh dan penuh gelak sekali saat berkumpul, suka meloedek Maria.

8
Mang Parta (Patadiharja)

Protagonis
Selalu menginginkan anaknya untuk hidup bahagia tetapi baginya bahagia adalah hidup senang dengan kemewahan
9
Saleh

Protagonis
Hendak mencari pekerjaan ang bebas,dan selalu menurutkan desakan hatinya untuk hidup bahagia, sesorang yang gembira, tajam pikirannya dan hidup hatinya.
10
Juhro

Protagonis
Selalu menyediakan makanan dan minuman setiap ada tamu yang datang ke rumah Pak Raden Wiraatmaja.
11
Ratna

Protagonis
Pekerja keras dan bersungguh-sungguh dalam melakukan pekerjaanya serta selalu ada disamping suaminya saat Ia sedih ataupun susah.
12
Sukamti

Protagonis
Menyinarkan tenaga dan kepercayaan yang tak terhingga.
13
Dahlan

Protagonis
Sering menemani Yusuf berjalan-jalan saat Yusuf berada di rumah keduaorang tuanya
14
Ibu Yusuf

Protagonis
Sangat menyayangi Yusuf
15
Ayah Yusuf

Protagonis
Teang, selalu mengikuti kehendak Yusuf, tak banyak bicara dan percaya kepada Yusuf
16
Sukarto

Protagonis
Idealis, orang yang penuh cita-cita terhadap bangsa dan tanah air
17
Kedua Tukang kayu

Protagonis
Sangat mengetahui cerita tua tentang lingkungannnya, bersahaja, dan tangkas.
18
Rukamah

Protagonis
Selalu menemani Maria saat di Bandung, suka mengganggu Maria dan menyesali akibat buruk yang disebabkan oleh permuatannya yang suka mengganggu.
19
Istri Parta

Protagonis
Baik dan sangat menyayangi anaknya dan Maria serta Tuti.
20
Iskandar dan Ningsih

Protagonis
Girang dan ceria
21
Rukmini

Protagonis
Tidak ingin jauh dari bundanya
22
Supomo

Protagonis
Baik hati, lemah lembut dan sopan dalam pergaulan.


23
Perawat Maria

Protagonis
Selalu menghibur Maria, selalu menemani Maria saat kesepian dengan bermain dam dan selalu menyemangatinya
24
Dokter Maria

Protagonis
Menjalankan tugasnya dengan baik dan berusaha semaksimal mungkin untuk merawat Maria


Kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh para tokoh
No
Nama Tokoh
Kebiasaan
1
Maria
ü  Sangat girang sekali saat bertemu dengan teman-temannya
ü  Mudah sekali untuk gembira ataupun sedih
ü  Setiap pagi datang lebih dahulu ke sekolah agar dapat berkumpul dan bersanda gurau dengan temannya sebelum pelajaran dimulai
ü  Sealu berdandan dengan sederhana mengunakan bedak yang tipis
ü  Wajahnya selalu memerah setiap kali Ia digoda dan diganggu oleh teman-temannya
ü  Maria selalu asyik memeriksa tanaman kembangnya dari pot ke pot
ü  Selalu bersemangat saat bertemu Yusuf
ü  Tidak dapat menahan rasa letih
ü  Suka bersenda gurau dengan sepupunya, Ningsih
ü  Selalu letih sesudah bermain tenis
ü  Suka membaca buku Courth-Mahler
ü  Selalu melayani Yusuf dengan sebaik-baiknya
2
Tuti
ü  Menepati janji
ü  Selalu asyik memikirkan bermacam-macam soal tentang kongresnya
ü  Hampir setiap hari asyik membaca dan menulis untuk menyiapkan pidato saat kongres berlangsung
ü  Tiap petang sesudah menyelesaikan rumah seudah mani dan berdandan pula, Tuti duduk membaca buku diatas kursi kayu yang lebar diatas pohon mangga dihadapan rumah sebelah cindeweg.
ü  Tiap-tiap perabot disusun Tuti dengan susunan yang rapih dan nyata setiap kali Ia   merapikan rumah
ü  Saat berbincang dengan Yusuf, Tuti dapat bertukar pikiran satu sama lain tentang sesuatu persoalan
ü  Selalu beranggapan bahwa dirinya lebih baik tak menikah jika perkawinan tersenut hanya mampu ngikatnya dalam mengejar cita-citanya.
ü  Suka menganggu Rukmini
ü  Tidak pernah memuju
ü  Sering agak memandang rendah seni
ü  Selalu memulaikan kedudukan perkawinan
3
Yusuf
ü  Selalu berangakat ke sekolah sebelum setengah tujuh dan sebelumnya sarapan terlebih dahulu
ü  Selalu berhubungan dengan cabang dan rantung perkumpulannya karena ia merupakan juru suratnya
ü  Saat liburan sekolah tiba, Yusuf selalu pergi mengunjung ibunya serta untuk melepaskan lelah
ü  Setalh bertemu dengan Maria, Yusuf setiap pagi menantikan Maria dihadapan Alaidruslaan dan mereka selalu pergi sekolah bersama.
ü  Saat Yusuf berkunjung ke rumah Maria dan Tiuti dan malam telah datang, ia selalu pamit untuk pulah dengan alasan tidak mau mengusik mereka
ü  Saat dirumah kedua orangtuanya, Yusuf tipa pagi bangn jam sembilan dan buku tak pernah disinggungnya
ü  Dahulu setiap libur besar ke Tasik, Yusuf selalu melihat Danau Ranau yang permai
ü  Sangat bahagia ketika melihat alam yang indah
ü  Saat berbincang dengan Tuti, Yusuf dapat bertukar pikiran satu sama lain tentang sesuatu persoalan
ü  Saat berbincang dengan Maria, bagi Yusuf tak ada suatu soal jua pun

4
Raden Wiraatmaja
ü  Biasa memberikan kebebasan yang sebesar-besarnya kepada anak-anaknya
ü  Sering bicara dengan Tuti untuk mengerti dan memahami jalan pikirannya
5
Teman sekolah Maria
Suka menggoda dan mengganggu Maria
6
Juhro
Selalu menyediakan makanan dan minuman setiap ada tamu yang datang ke rumah Pak Raden Wiraatmaja
7
Sukamti
Selalu memukul palunya untuk menenangkan para hadirin yang riuh saat kongres telah berlangsung
8
Ayah Yusuf
Selalu menerima banyak surat dan kebanyakan dari suratnya berasala dari Dinas
9
Sukarto
Selalu bekerja dan pergi ke ploklinik temapat diamana Ia mengobati orang sakit
10
Rukamah
Selalu menemani Maria saat di Bandung dan  suka mengganggu Maria
11
Istri Parta
ü  Sangat memanjakan Maria
ü  Sering meledek Tuti yang belum juga betundangan
12
Ningsih
ü  Suka bercanda dan bergurau dengan Maria
ü  Selalu mengadakan makan besar saat waktu yang penting atau spesial
13
Rukmini
Sering diganggu oleh Tuti
14
Supomo
Saat istirahat, selalu menemui Tuti dan hendak bercakap-cakap dengannya
15
Ratna
ü  Mengajarkan para perempuan desa membaca dan menulis
ü  Mengajarkan bebrapa gadis untuk merenda dan menjahit
ü  Membantu suaminya dalam mengurus perternakan dan lahan milik mereka berdua

Latar tempat, waktu dan suasana
No
Latar tempat
Latar waktu
Latar susana
Penjelasan
1
Gedung akuarium
Pagi hari
Terang kemudian ramai
Pagi itu, Maria dan Tuti pergi ke gedung akuarium untuk melihat ikan. Mereka orang pertama yang sampai digedung tersebut sehingga suasannya masi sangat sepi dan tenang. Hingga akhirnya, datang orang banyak dan membuat suasana begitu ramai
2
Di luar gedung akuarium
Pagi hari seusai keluar dari gedung akurium
Ramai
Setelah keluar dari gedung akuarium tersebut, Yusuf, Tuti dan Maria menuju ke sepeda masing-masing di parkirkan. Saat itu Yusuf menunjuk kearah sekelompok orang yang hendak masuk ke Gedung akuarium. Maria sadar, salah satu dari sekelompak orang yang Yusuf tunjuk ialah teman-teman sekolahnya.
3
Diseberang jalan subuah kuburan
Saat menuju rumahmasing-masing seusai keluar dari gedung akurium
Ramai
Saat menuju perjalanan pulang, Maria heran melihat banyak orang yang datang. Kemudian maria bertanya tentang apa yang dilakukan orang-orang tersebut kepada Tuti dan Yusuf. Yusuf pun menjawab bahwa orang-orang tersebut hendak mengunjungi sebuah kuburan yang dianggap keramat
4
Di depan rumah Maria dan Tuti
Pagi hari
Cukup tenang
Yusuf, orang yang baru ditemui Tuti dan Maria saat di gedung akurium itu, mengantar mereka sampai rumah mereka.
5
Di hadapan hotel Des Indes
Pagi hari
Ramai
Pagi-pagi sebelum setengah tujuh, Yususf pergi ke sekolah. Saat tiba di hadapan Hotel Des Indes, harapannya akan bertemu dengan Maria telah lenyap. Tiba-tiba ia mendengar sapaan Maria dan sekejap Ia terperanjat menedengar suara itu.


Alur yang digunakan : Alur Maju


Tahapan Plot-nya
No
Tahapan Alur
Penjelasan
1
Perkenalan
Saat di gedung akurium Yusuf bertemu dengan Maria dan Tuti. Pertemuan itu memberi kesan istimewa pada Yusuf. Hingga akhirnya, Yusudf selalu merasa ingin bertemu dengan Maria. Dari pertemuan-pertemuan selanjutnya dengan Maria dan Tuti, Yusuf mulai jatuh cinta kepada Maria. Ternyata perasaan Yusuf dibalas pula oleh Maria. Mereka berdua hingga akhirnya merajut suatu ikatan khusus yang semakin lama semakin mendalam. Pada akhirnya, Yusuf dan Maria bertundangan.
2
Konflik
Maria dan Tuti bertengkar hebat. Pertengkaran itu disebabkan oleh kritikan pedas Tuti terhadap Maria. Tuti mengkjritik bahwa cinta Maria kepada Yusuf sangat berlebihan dan dapat melemahkan diri Maria sendiri. Tetapi Maria yang hatinya saat itu sedang marah, Ia membalas kritikan Tuti dengan mengatkan bahwa dalam masalah cinta Tuti sangat perhitungan dan tak pernah mau rugi sedikit pun serta Tuti selalu memikirkan kongres ketimabang memikirkan perasaanya. Dan disinilah Tuti sadar bahwa sampai kapanpun Ia tak bisa melawan kodratnya sebagai perempuan yang memiliki perasaan untuk mencinta
3
Klimaks
Suatu ketika Maria terkena penyakit malaria. Penyakit tersebut membuat Maria begitu lemah ditambah lagi penyakit TBC. Hingga pada akhirnya, Maria meninggal dunia.
4
Anti Klimaks
Sebelum Maria meninggal dunia, Ia menitipkan pesan terakhirnya kepada Tuti dan Yususf, yaitu jika kelak Ia meninggal nanti, Ia berharap bahwa Tuti dan Yusuf dapat menikah
5
Penyelesaian
Akhirnya Tuti dan Yusuf menuruti permintaan terakhir Maria. Mereka berdua menikah. Dengan begitu, Tuti tak perlu tersiksa lagi dengan perasaankesepian yang selama ini ia coba untuk melawan

Etika yang ditanamkan penulis
v  Harus menjaga perkataan kepada orang lain yang belum dikenal
v  Masih segan untuk singgah ke rumah orang sebelum dikenalnya benar
v  Selalu meminta izin dan memohon maaf saat menanyakan seuatu tentang hal yang bersifat pribadi kepada orang yang ditanyakan
v  Selalu mempersilakan tamu yang datang ke rumah untuk singgah dan duduk
v  Melayani tamu dengan baik
v  Saat malam tiba, tamu biasanya pamit untuk pulang agar tak mengganggu sang pemilik rumah
v  Orang yang hendak dijamu sebaiknya tidak menanyakan dengan makana apa Ia akan hendak dijamu
v  Menjamu orang tua saat mereka pulang bekerja

Adat yang digambarkan penulis
v  Masih percaya terhadap takhayul tentang juburan yang keramat
v  Orang yang tidak menurut nasehat orang tuaitulah yang akhirnya terjerumus. Dan kemudian hari ia akan menyesal
v  Agam dianggap untuk pekerjaan orang yang pensiun
v  Permpuan dianggap hany sebagai hamba sahaya dan budak para lelaki.
v  Para orang tua tidak mau menyekolahkan anak perempuanya tingi-tinggi karena mereka beranggapan banhwaakan percuma sebab anak perempuannya akan masuk kedalam dapur juga nantinya.
v  Bangsa Indonesia digmbarkan selalu mengikuti gaya hidup Barat yang enaknya saja
v  Perempuan yang sudah bersuami bisanya akan berhenti untuk bekerja
v  Orang yang biasa hidup di pulau Jawa, akan merasa sempit dan terpencil terhadap pulau lain

2 komentar: